Kamis, 29 Desember 2011

DESAIN ULANG PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL

Dalam tes berdampak tinggi seperti ujian nasional dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri, kabar busuk tentang kebocoran dan perjokian selalu terulang tiap tahun. Kecurangan ini bahkan terjadi di tingkat SD, pada anak-anak yang semestinya sangat polos dan jujur, seperti yang diadukan Ibu Siami dan Irma Lubis.

UJIAN NASIONAL DI HAPUS ?

BANDUNG, KOMPAS.com - Salah satu rekomendasi yang dikeluarkan dalam Muktamar VII Partai Persatuan Pembangunan adalah menghapuskan ujian nasional di sekolah. Alasannya, ujian tersebut justru merusak mental para pelajar.
Hal tersebut dikemukakan Wakil Ketua Panitia Pengarah (Steering Comitte) Muktamar PPP, Reni Marlinawati, di sela muktamar, Selasa (5/7/2011). Pemaksaan UN disebut sebagai pelanggaran terhadap kewajiban negara seperti termaktub dalam UUD 1945.
"Ujian Nasional di tingkat SD sebaiknya dihapuskan. PPP akan merumuskan usulan bentuk ujian untuk tingkat SMP dan SMA," kata Reni.

Penyelengaraan UN 2012 Tidak Banyak Berubah


Nasional / Rabu, 28 Desember 2011 14:45 WIB
Metrotvnews.com, Yogyakarta: Sistem penyelenggaraan Ujian Nasional 2012 tidak akan banyak mengalami perubahan dibanding 2011. Namun, penyelenggara berkomitmen untuk meningkatkan kredibilitas pelaksanaannya. "Komitmen pada penyelenggaraan kali ini adalah melaksanakan ujian nasional (UN) dengan baik atau kredibel," kata Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan Djemari Mardapi saat Sosialisasi Penyelenggaraan UN di Yogyakarta, Rabu (28/12).

HASIL UN BISA JADI SYARAT MASUK PT

Yogyakarta - Hasil Ujian Nasional (UN) sampai saat ini baru menjadi syarat kelulusan siswa. Namun jika hasil UN tingkat SMA tahun 2012 kredibel, dapat menjadi syarat masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

"Kalau hasilnya kredibel, dapat dipertanggungjawabkan. Sesuai PP 19 Tahun 2005, harusnya bisa untuk syarat masuk PTN," kata anggota Koordinator UN tingkat pusat,
Prof Dr Djemari Mardapi kepada wartawan dalam Sosialisasi UN 2012 di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY, Rabu (28/12/2011).

Sabtu, 19 November 2011

PENDIDIKAN KARAKTER

Krisis Moral dan Kepribadian

Kita hidup dalam sebuah dunia yang gelap, dimana setiap orang meraba-raba, namun tidak menemukan denyut nurani, tidak merasakan sentuhan kasih, dan tidak melihat sorot mata persahabatan yang tulus, dalam hal ini masyarakat mungkin mengalami krisis moral. Krisis moral dapat ditandai oleh dua gejala yaitu tirani dan keterasingan. Tirani merupakan gejala dari rusaknya perilaku sosial, sedangkan keterasingan menandai rusaknya hubungan sosial.

Penyebab terjadinya krisis moral adalah :
1. Adanya penyimpangan pemikiran dalam sejarah pemikiran manusia yang menyebabkan paradoks antarnilai, misalnya etika dan estetika
2. Hilangnya model kepribadian yang integral, yang memadukan kesalihan dengan kesuksesan, kebaikan dengan kekuatan, dan seterusnya
3. Munculnya antagonisme dalam pendidikan moral
4. Lemahnya peranan lembaga sosial yang menjadi basis pendidikan moral
Krisis moral ini menimbulkan begitu banyak ketidakseimbangan di dalam masyarakat yang tentunya tidak membuat masyarakat bahagia. Maka solusi yang sangat tepat bagi masalah ini hanya satu yaitu : Kembali menempuh jalan Allah (SWT), kembali kepada jalan islam. “Maka, barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah : 38)

Pengikut